Senin, 28 Maret 2016

PERENCANAAN UNTUK MEMBUAT JURNAL


PERENCANAAN UNTUK MEMBUAT JURNAL

            Pada Teori dan Pembelajaran Menulis kali ini, terkait dengan tugas dalam persiapan yang masih direncanakan untuk membuat sebuah jurnal. Pertama yang harus dilakukan adalah membuat skenario jurnal yang akan ditulis. Skenario penulisan jurnal yang hendak dibuat nanti setidaknya memuat beberapa unsur yang diantaranya adalah menentukan topik kemudian tema jurnal yang hendak kita tulis, menentukan tujuan hasil seperti apa yang hendak dicapai, mempersiapkan mengumpulkan data-data penelitian, pengorganisasian dan pengonsepan, kemudian melakukan pemeriksaan dan penyuntingan konsep lalu melakukan penyajian dan pengetikan, menguraikan parameter-paramater yang mempengaruhi hasil penelitian dan menarik kesimpulan awal dari tema yang akan kita bahas.
Setelah itu yang paling penting adalah membiasakan diri untuk mereview jurnal-jurnal yang terkait dengan judul jurnal yang hendak kita tulis. Dengan semakin sering kita membaca atau mereview banyak jurnal yang ada maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan kita dalam proses penulisn jurnal nantinya. Lewat jurnal-jurnal yang kita baca dan kita review tadi kita bisa belajar dan memahami bagaimana orang lain menulis jurnal, seperti apa gaya penulisanya dan yang paling penting adalah kita bisa memahami keindahan seperti apa yang ditampilkan dalam jurnal-jurnal tersebut sehingga bisa menjadi rujukan kita dalam menulis jurnal, sehingga jurnal yang dihasilkan muatan isinya bisa tersusun secara sistematis dan indah di pandang mata.
Sebelum itu banyak hal-hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum membuat sebuah jurnal ilmiah yang baik dan benar. Yaitu Sebelum melakukan kegiatan menulis, maka kita harus mengetahui dahulu tentang definisi menulis. Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986:15).
Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5). Sumarno (2009:5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet (2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan berupa penuangan ide/gagasan dengan kemampuan yang kompleks melalui aktivitas yang aktif produktif dalam bentuk simbol huruf dan angka secara sistematis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. ada pula Kemampuan Menulis menurut St. Y. Slamet (2008:72) mengemukakan kemampuan menulis yaitu kemampuan berbahasa yang bersifat produktif; artinya, kemampuan menulis ini merupakan kemampuan yang menghasilkan; dalam hal ini menghasilkan tulisan. Menurut Solehan, dkk (2008: 9.4) kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis.
Solehan menjelaskan bahwa kemampuan menulis seseorang bukan dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh melalui tindak pembelajaran. Berhubungan dengan cara pemerolehan kemampuan menulis, seseorang yang telah mendapatkan pembelajaran menulis belum tentu memiliki kompetensi menulis dengan andal tanpa banyak latihan menulis. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis adalah kemampuan yang bersifat aktif dan produktif di dalam menghasilkan tulisan yang diperoleh melalui proses pembelajaran dan latihan secara terus-menerus.
Tujuan menulis Menurut M. Atar Semi (2007: 14) tujuan menulis antara lain: a) untuk menceritakan sesuatu, b) untuk memberikan petunjuk atau pengarahan, c) untuk menjelaskan sesuatu, d) untuk meyakinkan, dan e) untuk merangkum. Menulis adalah suatu proses kreatif yang dilakukan melalui tahapan yang harus dikerjakan dengan mengerahkan keterampilan, seni, dan kiat sehingga semuanya berjalan dengan efektif. Kegiatan menulis diibaratkan sebagai seorang arsitektur yang akan membangun sebuah gedung. Sebuah sistem kerja yang kreatif memerlukan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Kegiatan menulis juga memerlukan tahapan-tahapan tertentu di dalam prosesnya. Tahap-tahapan menulis menurut M. Atar Semi (2007: 46) terbagi menjadi tiga, yaitu a) tahap pratulis, b) tahap penulisan, dan c) tahap penyuntingan.
Menulis memiliki peran yang sangat penting bagi manusia yang selalu dituntut untuk bersosialisasi dengan orang lain, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas menulis. Komaidi (2007:12) menyebutkan beberapa manfaat dari aktivitas menulis sebagai berikut.
1.      Kalau kita ingin menulis pasti menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat realitas di sekitar. Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh orang yang bukan penulis.
2.      Dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, Koran, jurnal dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-referensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan kita tentang apa yang akan kita tulis.
3.      Dengan aktivitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen kita secara runtut, sistematis dan logis.
4.      Dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stres kita. Segala uneg-uneg, rasa senang, atau sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan di mana dalam tulisan orang bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui oleh orang lain.
5.      Dengan menulis di mana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain, selain itu juga memperoleh honorarium (penghargaan) yang membantu kita secara ekonomi.
6.      Dengan menulis dimana tulisan kita dibaca oleh banyak orang (mungkin puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan) membuat sang penulis semakin popular dan dikenal oleh publik pembaca.
Pendapat di atas menunjukkan bahwa manfaat menulis adalah menimbulkan rasa ingin tahu, mencari referensi, aktivitas menulis, mengurangi tingkat ketegangan dan stres, dan bermanfaat bagi orang lain. Menurut Syamsudin (2005:3), manfaat menulis dapat membuat kegiatan yang produktif dan ekspresif sehingga tata tulis, struktur bahasa, dan kosakata dapat bermanfaat bagi penulis. Manfaat menulis dapat mamberikan pendapat, ide, dan pikiran melalui hasil tulisan.
Syarat-syarat Menulis Keterampilan dasar dalam menulis, diperlukan pemahaman tentang hakikat kegiatan menulis yang harus dipunyai dan harus dilalui sebelum dan selama menulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang berisi gagasan atau topik yang mampu menambah pemahaman dan pengetahuan pembaca. Menurut Semi, (2007:42), syarat untuk menghasilkan tulisan yang baik dalam menulis sebaiknya menguasai tiga keterampilan dasar, yaitu:
1) Keterampilan Berbahasa
2) Keterampilan Penyajian
3) Keterampilan Perwajahan
Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kegiatan menulis sebaiknya menguasai keterampilan dasar yaitu keterampilan berbahasa, keterampilan penyajian, dan keterampilan perwajahan.
Apabila semua aspek-aspek dalam menulis sudah dapat dikuasai dan dipahami dengan baik, maka untuk melakukan kegiatan menulis menjadi terasa mudah. Begitu pula untuk membuat jurnal. Dengan pengalaman dan teori-teori yang dimiliki memudahkan kita menemukan ide untuk menentukan sebuah judul. Karena setiap jurnal ilmiah harus mempunyai sebuah judul yang jelas, menyangkut inti dari semua pembahasan, karena dari sebuah judul akan menentukan isi dari apa yang ditulis. Jurnal yang judulnya ditulis dengan jelas maka akan memudahkan pembaca untuk mengetahui inti dari apa yang dijelaskan dalam jurnal.
Planning (perencanaan), adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Perencanaan menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usaman (2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya sebuah perencanaan sangatlah penting agar tujuan dapat tercapai sesuai yang diinginkan. Dari beberapa contoh jurnal yang telah saya temukan, saya memilih salah satu jurnal yang berjudul Kohesi Dalam Wacana Opini Media Tadulako Oleh Hasna A. Rahmatu di FKIP Universitas Tadulako.
Mengapa saya memilih jurnal ini untuk menjadi acuan dalam kepenulisan? Karena saya ingin meneliti bagaimana Kohesi dalam wacana opini media masyarakat Banjar. Mencari perbedaan gaya bahasa dalam berkomunikasi masyarakat Banjar, dan mengetahui segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, jika penelitian ini tidak saya lakukan. Dari yang saya ketahui, beragam gaya komunikasi masyarakat Banjar, baik dari segi dialek bahasanya maupun intonasi serta cara mereka berkomunikasi.
            Setelah menentukan sebuah rancangan atau rencana, maka akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Drafting (penggambaran). Dengan adanya rencana berarti kita sudah menentukan sebuah tujuan yang hendak kita capai. Untuk memperoleh hasil dari tujuan yang sudah dirancang, maka kita harus menguraikan konsep-konsep dalam pikiran yang sudah kita kumpulkan. Dan menggunakan bahan-bahan yang berkaitan dengan isi jurnal, seperti mencari sumber dari buku-buku yang bersangkutan, Analisi Wacana, Linguistik Umum, dan buku Wacana, serta mengumpulkan data-data untuk penilitian
            Revising (meninjau ulang), setelah melakukan semua tahapan itu. Maka menarik kesimpulan awal dari judul yang akan kita bahas. Kita akan melihat kembali, apakah perlu dilakukan perbaikan atau tidak pada konsep yang sudah dibuat dan direncanakan. Perbaikan ini menandakan bahwa apa yang kita peroleh maupun yang kita hasilkan tidaklah sempurna. Tetapi dengan memperbaiki maka akan mendekati kesempurnaan tersebut. Sebab sempurna hanya milik Tuhan yang Maha Perkasa. Perbaikan dapat dilakukan untuk memperbaiki konsep, ide yang sudah dibuat sebelumnya jika tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
            Working With Process, kegiatan menulis pastilah memerlukan sebuah proses. Dan proses hanya soal waktu. Dalam penulisan jurnal ini, tentu saya memerlukan waktu yang cukup panjang, namun tidak akan lama. Itu jika saya benar-benar berusaha untuk cepat menyelesaikannya. Tetapi hasilnya tidak akan baik jika dilakukan dengan tergesa-gesa. Namun saya akan berusaha agar penulisan jurnal ini tidak memakan waktu lama.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com