PERENCANAAN UNTUK MEMBUAT JURNAL
Pada
Teori dan Pembelajaran Menulis kali ini, terkait dengan tugas dalam persiapan
yang masih direncanakan untuk membuat sebuah jurnal. Pertama yang harus
dilakukan adalah
membuat skenario jurnal yang akan ditulis. Skenario penulisan jurnal yang
hendak dibuat nanti setidaknya memuat beberapa unsur yang diantaranya adalah
menentukan topik kemudian tema jurnal yang hendak kita tulis, menentukan tujuan
hasil seperti apa yang hendak dicapai, mempersiapkan mengumpulkan data-data penelitian,
pengorganisasian dan pengonsepan, kemudian melakukan pemeriksaan dan
penyuntingan konsep lalu melakukan penyajian dan pengetikan, menguraikan
parameter-paramater yang mempengaruhi hasil penelitian dan menarik kesimpulan
awal dari tema yang akan kita bahas.
Setelah itu yang paling penting
adalah membiasakan diri untuk mereview jurnal-jurnal yang terkait dengan judul
jurnal yang hendak kita tulis. Dengan semakin sering kita membaca atau mereview
banyak jurnal yang ada maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan kita
dalam proses penulisn jurnal nantinya. Lewat jurnal-jurnal yang kita baca dan
kita review tadi kita bisa belajar dan memahami bagaimana orang lain menulis
jurnal, seperti apa gaya penulisanya dan yang paling penting adalah kita bisa
memahami keindahan seperti apa yang ditampilkan dalam jurnal-jurnal tersebut
sehingga bisa menjadi rujukan kita dalam menulis jurnal, sehingga jurnal yang
dihasilkan muatan isinya bisa tersusun secara sistematis dan indah di pandang
mata.
Sebelum itu banyak hal-hal yang
harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum membuat sebuah jurnal ilmiah yang
baik dan benar. Yaitu Sebelum melakukan kegiatan menulis, maka
kita harus mengetahui dahulu tentang definisi menulis. Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau
informasi pada suatu media
dengan menggunakan aksara. Menulis dapat diartikan
sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai
media penyampai (Tarigan, 1986:15).
Menurut
Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide,
pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5). Sumarno (2009:5) juga
mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang
mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Menulis dapat dianggap sebagai
suatu proses maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet
(2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks.
Berdasarkan pendapat
tersebut, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan berupa penuangan
ide/gagasan dengan kemampuan yang kompleks melalui aktivitas yang aktif
produktif dalam bentuk simbol huruf dan angka secara sistematis sehingga dapat
dipahami oleh orang lain. ada pula Kemampuan Menulis menurut St. Y. Slamet
(2008:72) mengemukakan kemampuan menulis yaitu kemampuan berbahasa yang
bersifat produktif; artinya, kemampuan menulis ini merupakan kemampuan yang
menghasilkan; dalam hal ini menghasilkan tulisan. Menurut Solehan, dkk (2008:
9.4) kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis.
Solehan menjelaskan
bahwa kemampuan menulis seseorang bukan dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh
melalui tindak pembelajaran. Berhubungan dengan cara pemerolehan kemampuan
menulis, seseorang yang telah mendapatkan pembelajaran menulis belum tentu
memiliki kompetensi menulis dengan andal tanpa banyak latihan menulis. Dapat
disimpulkan bahwa kemampuan menulis adalah kemampuan yang bersifat aktif dan
produktif di dalam menghasilkan tulisan yang diperoleh melalui proses
pembelajaran dan latihan secara terus-menerus.
Tujuan menulis Menurut
M. Atar Semi (2007: 14) tujuan menulis antara lain: a) untuk menceritakan
sesuatu, b) untuk memberikan petunjuk atau pengarahan, c) untuk menjelaskan
sesuatu, d) untuk meyakinkan, dan e) untuk merangkum. Menulis adalah suatu
proses kreatif yang dilakukan melalui tahapan yang harus dikerjakan dengan
mengerahkan keterampilan, seni, dan kiat sehingga semuanya berjalan dengan
efektif. Kegiatan menulis diibaratkan sebagai seorang arsitektur yang akan
membangun sebuah gedung. Sebuah sistem kerja yang kreatif memerlukan langkah-langkah
yang tersusun secara sistematis. Kegiatan menulis juga memerlukan
tahapan-tahapan tertentu di dalam prosesnya. Tahap-tahapan menulis menurut M. Atar
Semi (2007: 46) terbagi menjadi tiga, yaitu a) tahap pratulis, b) tahap penulisan,
dan c) tahap penyuntingan.
Menulis memiliki peran yang sangat penting bagi manusia yang
selalu dituntut untuk bersosialisasi dengan orang lain, banyak manfaat yang
bisa diperoleh dari aktivitas menulis. Komaidi (2007:12) menyebutkan beberapa
manfaat dari aktivitas menulis sebagai berikut.
1. Kalau kita ingin menulis pasti
menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat
realitas di sekitar. Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah
yang kadang tidak dimiliki oleh orang yang bukan penulis.
2. Dengan kegiatan menulis mendorong
kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, Koran, jurnal dan
sejenisnya. Dengan membaca referensi-referensi tersebut tentu kita akan semakin
bertambah wawasan dan pengetahuan kita tentang apa yang akan kita tulis.
3. Dengan aktivitas menulis, kita
terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen kita secara runtut, sistematis
dan logis.
4. Dengan menulis secara psikologis
akan mengurangi tingkat ketegangan dan stres kita. Segala uneg-uneg, rasa
senang, atau sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan di mana dalam tulisan orang
bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui oleh orang lain.
5. Dengan menulis di mana hasil tulisan
kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan
mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang
lain, selain itu juga memperoleh honorarium (penghargaan) yang membantu kita
secara ekonomi.
6. Dengan menulis dimana tulisan kita
dibaca oleh banyak orang (mungkin puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan)
membuat sang penulis semakin popular dan dikenal oleh publik pembaca.
Pendapat di atas menunjukkan bahwa manfaat menulis adalah
menimbulkan rasa ingin tahu, mencari referensi, aktivitas menulis, mengurangi
tingkat ketegangan dan stres, dan bermanfaat bagi orang lain. Menurut
Syamsudin (2005:3), manfaat menulis dapat membuat kegiatan yang produktif dan
ekspresif sehingga tata tulis, struktur bahasa, dan kosakata dapat bermanfaat
bagi penulis. Manfaat menulis dapat mamberikan pendapat, ide, dan pikiran
melalui hasil tulisan.
Syarat-syarat Menulis Keterampilan dasar dalam menulis,
diperlukan pemahaman tentang hakikat kegiatan menulis yang harus dipunyai dan
harus dilalui sebelum dan selama menulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang
berisi gagasan atau topik yang mampu menambah pemahaman dan pengetahuan
pembaca. Menurut Semi, (2007:42), syarat untuk menghasilkan tulisan yang baik
dalam menulis sebaiknya menguasai tiga keterampilan dasar, yaitu:
1)
Keterampilan Berbahasa
2)
Keterampilan Penyajian
3)
Keterampilan Perwajahan
Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam
kegiatan menulis sebaiknya menguasai keterampilan dasar yaitu keterampilan
berbahasa, keterampilan penyajian, dan keterampilan perwajahan.
Apabila semua aspek-aspek dalam menulis sudah dapat dikuasai
dan dipahami dengan baik, maka untuk melakukan kegiatan menulis menjadi terasa
mudah. Begitu pula untuk membuat jurnal. Dengan pengalaman dan teori-teori yang
dimiliki memudahkan kita menemukan ide untuk menentukan sebuah judul. Karena setiap
jurnal ilmiah harus mempunyai sebuah judul yang jelas, menyangkut inti dari
semua pembahasan, karena dari sebuah judul akan menentukan isi dari apa yang
ditulis. Jurnal yang judulnya ditulis dengan jelas maka akan memudahkan pembaca
untuk mengetahui inti dari apa yang dijelaskan dalam jurnal.
Planning (perencanaan), adalah sejumlah kegiatan
yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam
rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Perencanaan menurut Bintoro
Tjokroaminoto dalam Husaini Usaman (2008:60) adalah proses mempersiapkan
kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan
tertentu. Artinya sebuah perencanaan sangatlah penting agar tujuan dapat
tercapai sesuai yang diinginkan. Dari beberapa contoh jurnal yang telah saya
temukan, saya memilih salah satu jurnal yang berjudul Kohesi Dalam Wacana Opini Media Tadulako Oleh Hasna A. Rahmatu di FKIP Universitas Tadulako.
Mengapa saya memilih jurnal ini untuk
menjadi acuan dalam kepenulisan? Karena saya ingin meneliti bagaimana Kohesi
dalam wacana opini media masyarakat Banjar. Mencari perbedaan gaya bahasa dalam
berkomunikasi masyarakat Banjar, dan mengetahui segala kemungkinan yang akan
terjadi dimasa yang akan datang, jika penelitian ini tidak saya lakukan. Dari
yang saya ketahui, beragam gaya komunikasi masyarakat Banjar, baik dari segi
dialek bahasanya maupun intonasi serta cara mereka berkomunikasi.
Setelah
menentukan sebuah rancangan atau rencana, maka akan dilanjutkan ke tahap
berikutnya, yaitu Drafting (penggambaran). Dengan adanya rencana berarti kita
sudah menentukan sebuah tujuan yang hendak kita capai. Untuk memperoleh hasil
dari tujuan yang sudah dirancang, maka kita harus menguraikan konsep-konsep
dalam pikiran yang sudah kita kumpulkan. Dan menggunakan bahan-bahan yang berkaitan
dengan isi jurnal, seperti mencari sumber dari buku-buku yang bersangkutan,
Analisi Wacana, Linguistik Umum, dan buku Wacana, serta mengumpulkan data-data
untuk penilitian
Revising (meninjau ulang), setelah melakukan semua
tahapan itu. Maka menarik
kesimpulan awal dari judul yang akan kita bahas. Kita
akan melihat kembali, apakah perlu dilakukan perbaikan atau tidak pada konsep
yang sudah dibuat dan direncanakan. Perbaikan ini menandakan bahwa apa yang
kita peroleh maupun yang kita hasilkan tidaklah sempurna. Tetapi dengan
memperbaiki maka akan mendekati kesempurnaan tersebut. Sebab sempurna hanya
milik Tuhan yang Maha Perkasa. Perbaikan dapat dilakukan untuk memperbaiki
konsep, ide yang sudah dibuat sebelumnya jika tidak sesuai dengan apa yang
diinginkan.
Working
With Process,
kegiatan menulis pastilah memerlukan sebuah proses. Dan proses hanya soal
waktu. Dalam penulisan jurnal ini, tentu saya memerlukan waktu yang cukup
panjang, namun tidak akan lama. Itu jika saya benar-benar berusaha untuk cepat
menyelesaikannya. Tetapi hasilnya tidak akan baik jika dilakukan dengan
tergesa-gesa. Namun saya akan berusaha agar penulisan jurnal ini tidak memakan
waktu lama.
0 komentar:
Posting Komentar