Rabu, 09 Maret 2016

KRITIK


KRITIK PADA KUMPULAN PUISI DAN CERPEN
Hayatun Nufus

Dalam kumpulan puisi maupun cerpen yang telah saya tulis, merupakan sebuah ide yang bersarang di benak dan kadang-kadang terlintas begitu saja di pikiran saya, tanpa pikir panjang langsung saya luapkan ke dalam sebuah tulisan yang mungkin akan dapat saya baca berkali-kali, namun saya merasa tidaklah lengkap jika apa yang saya tulis tidak dapat dibaca dan dinikmati oleh orang lain. Saya sangat bahagia bisa berbagi sebuah karya pada kalian yang telah mengunjungi blog ini. Karya-karya ini merupakan sebagian gambaran yang telah terjadi dalam kehidupan saya yang kemudian saya tuangkan ke dalam sebuah puisi dan cerpen.
Sebenarnya banyak ide-ide yang masih bersarang dalam pikiran, namun belum sempat saya luapkan. Seperti pada puisi yang berjudul “Belati Berdarah”, saya mencoba meluapkan semua isi hati yang sangat terluka, bak sebuah belati yang mau tidak mau, sadar mau pun tidak ia akan tetap melukai orang lain. Seperti sebuah manusia yang selalu khilaf akan segala kesalahannya, ia mungkin bisa memperbaiki kesalahannya, namun kesalahan tersebut tidak akan bisa hilang sepenuhnya dari yang tersakiti. Sedangkan pada puisi yg berjudul “Virus”, saya kebingungan dalam menentukan arah pemikiran tentang sebuah sikap manusia yang menurut saya abstrak. Ia tak dapat menilai apakah virus itu berarti bagi hidupnya atau malah membunuh dia secara perlahan. Penulis masih ingin menimbang antara baik dan buruknya virus tersebut ketika berada di dekatnya.
Puisi “Sang Pengembara”, merupakan ide yang tertuang berasal dari pemikiran saya yang hidup dalam kemandirian, karena sejak tamat SMP saya sudah tinggal jauh dari keluarga. Hidup sendiri bersama orang-orang yang tidak saya kenal. Mencoba membaur dan menyesuaikan diri pada lingkungan di tempat saya tinggal, yang kapan saja akan membuat saya terbuai dengan keindahan dunia lalu terkurung dalam lingkaran hitam yang menyesatkan. Cerpen dengan judul “Perjalanan Seabad Mengungkap Tanya” saya dapatkan ide cerita ini ketika saya menempuh perjalanan pulang menuju kampung halaman. Di perjalanan itu mata saya banyak menangkap kejadian-kejadian yang mendebarkan, menyaksikan keadaan sepanjang jalan. Banyak hal yang telah saya alami di perjalanan itu. Sehingga muncul ide untuk membuatnya sebuah cerita yang saya kemas menjadi cerita yang menarik untuk dibaca. 
Jalan ceritanya mudah untuk di pahami, karena menggunakan alur maju. Terdapat beberapa diksi yang menarik untuk dicermati pada cerpen ini, namun terdapat juga banyak pengulangan deskripsi yang saya anggap tidak terlalu penting untuk dijelaskan. Situasi yang tergambar dalam cerita terlihat begitu sederhana, namun mampu membuat pembaca merasa ikut mengalir dalam  mengikuti perkembangan dari cerita selanjutnya. Deskripsi yang dijelaskan dalam cerpen tersebut sudah sangat jelas untuk menggambarkan tempat atau pun kejadian yang terdapat dalam cerpen.  Inilah karya-karya saya yang mungkin tidak sebaik karya para satrawan yang terkenal. Tetapi saya tidak akan berhenti untuk menciptakan sebuah karya, dan terus berinovasi. Harapan saya bagi pembaca semoga dapat termotivasi  dan dapat menuangkan  ide-ide baru. Jangan takut untuk menciptakan sebuah karya demi mengasah kreatifitas yang ada pada diri kita.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by YummyLolly.com