Kamis, 31 Maret 2016

KOMENTAR

Komentar Pada Buku Menulis Karya Ilmiah

Identitas Buku

Judul                          : Menulis Karya Ilmiah
Penulis                      : Dr. H. Dalman, M.Pd.
Penerbit                    : PT Rajagrafindo Persada
Tahun Terbit              : Cetakan ke-5, Mei 2015
Tebal                          : 304 halaman
Ukuran buku              : 21 cm
Nomor ISBN             : 978-979-769-438-8


Dalam buku ini banyak memuat hal-hal baru yang dapat dibaca dan dipelajarai secara mendalam, khususnya bagi mahasiswa yang ingin melakukan segala macam penelitian maupun untuk memperbaiki kesalahan dalam penulisan karya ilmiah demi meningkatkan wawasan dan keterampilan menulis. Buku ini baik digunakan untuk kepenulisan karya imiah, agar memudahkan dalam penyusanannya, perencanaan dan pengetikan. Buku dengan judul Menulis Karya Ilmiah ditulis oleh Dr. H. Dalman, M.Pd. merupakan cetakan ke-5 pada Maret 2014, cetakan ke-4 pada Maret 2014, yang diteerbitkan oleh PT Rajagrafindo Persada.

Dalam buku ini tidak hanya membahas tentang pengertian karya ilmiah, jenis-jenis karya ilmiah, cirri-ciri karya ilmiah, fungsi karya ilmiah, dan manfaat dari karya ilmiah. Tetapi, juga menyajikan tentang kalimat efektif. Mulai dari pengertian hingga cara mengembangan kalimat efektif yang merupakan bagian terpenting yang harus dipahami dalam melakukan kegiatan menulis karya ilmiah. Karena menurut saya dalam hal ini masih banyak sekali yang melakukan kesalahan dalam menulis dikarenakan belum begitu memahami atau salah dalam memahami apa itu kalimat efektif. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengasumsi lebih dalam lagi tentang kalimat efektif melalui buku ini.

Dalam buku ini juga menyajikan bagaimana cara pengembangan paragraf yang baik dan benar dalam kepenulisan. Tidak jarang ditemukan pada hasil-hasil karya ilmiah yang dibuat oleh seseorang terkadang belum benar dalam meletakan paragraf pada tulisannya. Buku ini juga telah memberikan penjelasan tentang hal itu, sehingga setelah kita membaca buku ini makan akan mengurangi kesalahan kita dalam membuat paragraf bahkan bisa memusnahkan kesalahan-kesalahan itu dari diri kita untuk selamanya sehingga apa yang kita tulis menjadi baik dan benar serta nikmat untuk dikonsumsi.


RANGKUMAN BUKU MENULIS KARYA ILMIAH


Rangkuman Dalam Buku Menulis Karya Ilmiah


Identitas Buku

Judul              : Menulis Karya Ilmiah
Penulis          : Dr. H. Dalman, M.Pd.
Penerbit        : PT Rajagrafindo Persada
Tahun Terbit  : Cetakan ke-5, Mei 2015
Tebal              : 304 halaman
Ukuran buku  : 21 cm
Nomor ISBN : 978-979-769-438-8

            Kegiatan menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematis dan mengungkapkannya secara tersurat. Menulis dapat berarti menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang. Pada prinsipnya fungsi utama dari tulisan ini ialah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir secara kritis (Tarigan, 2009: 21-22).
            Dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur yang terlibat, yaitu:
1.      Penulis sebagai penyampai pesan;
2.      Pesan atau isi tulisan;
3.      Saluran atau media, berupa tulisan;
4.      Pembaca sebagai penerima pesan.
A.    Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah meruapakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, sreta didukung oleh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empirik. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti.
Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan pengkajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan (Azwardi, 2008: 111).
Finoza (2008) mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas tiga jenis, yaitu: (1) karangan ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, (3) karangan nonilmiah.
B.     Sistematika Karya Tulis Ilmiah
Sistematika suatu karya ilmiah sangat perlu disesuaikan dengan sistematika yang diminta oleh media publikasi (jurnal atau majalah ilmiah), sebab bila tidak sesuai akan sulit untuk dimuat. Abstrak sebaiknya tidak lebih dari 250 kata (dalam satu atau dua paragraf), menyatakan secara singkat tujuan dan lingkup penelitian/pengkajian, meotde yang digunakan, rangkuman hasil, serta kesimpulan yang ditarik.
C.     Ciri-ciri Karya Ilmiah
1.      Objektif
2.      Netral
3.      Sistematis
4.      Logis
5.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)
6.      Tidak Pleonastis
7.      Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
D.    Syarat Karya Ilmiah
1.      Karya tulis ilmiah memuat gagasan lewat pikiran dan alur pikiran.
2.      Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun piker dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3.      Alur pikir dituangkan dalam sistematikan dan notasi.
4.      Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, table dan gambar, yang tersusun mendukung alur piker yang teratur.
5.      Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6.      Karya tulis ilmiah terdiri dari narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripi (lukisan), dan argumentasi (alasan).
E.     Jenis Karya Ilmiah
1.      Karya Ilmiah Pendidikan
a.      Paper (Karya Tulis)
b.      Praskripsi
c.      Skripsi
d.      Tesis
e.      Disertasi
2.      Karya Ilmiah Penelitian
a.      Makalah Seminar
1)     Naskah Seminar
Naskah seminar adalah karya ilmiah yang berisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar.
2)     Naskah Bersambung
Naskah bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah.
b.      Laporan Hasil Penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk karya ulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan secara relatif singkat.
c.      Jurnal Penelitian
Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri atas karya ilmiah yang isinya berupa hasil penelitian ddan resensi buku.
F.      Fungsi Karya Ilmiah
Menurut chronica (dalam http://chronica .wordpress.com.), karya ilmiah memiliki banyak sekali fungsi terutama bagi seorang penulis, lebih lanjut ia menjelaskan bahwa menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis. Berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberikan kepuasan intelektual. Jadi dengan menulis karya ilmiah kita akan mendapatkan manfaat yang besar, yaitu dapat menambah wawasan dan pengalaman kita dalam berbagai hal sehingga schemata kita akan semakin  membaik dan kita pun akan terampil menulis.

Langkah-langkah Pengumpulan Bahan Tulisan
1.      Studi Kepustakaan
Langkah yang dapat ditempuh dalam mengumpulkan bahan tulisan adalah dengan melakukan studi pustaka. Di perpustakaan yang lengkap terdapat buku-buku referensi, yakni buku-buku yang dimaksudkan untuk dipakai sebagai penerangan atau dasar untuk mencari keterangan yang lehih khusus mengenai pokok-pokok tertentu.
2.      Wawancara
Langkah yang lain dalam mengumpulkan bahan adalah melalui wawancara. Dalam hal ini, wawancara dapat dijadikan cara untuk memperoleh data atau bahan tulisan dengan cara menanyakan langsung kepada ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah. Untuk ini harus dipersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tidak boleh keluar dari informasi-informasi untuk topik yang akan digarap.
3.      Observasi dan Penelitian Lapangan
Selain studi kepustakaan dan wawancara, kita juga dapat mengumpulkan bahan tulisan melalui obervasi dan penelitian lapangan. Dalam hal ini, observasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai objek penelitian sehingga dapat disusun secara tepat karena dalam observasi peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti atau dikaji.
Penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, yaitu:
1.      Persiapan;
2.      Pengumpulan data;
3.      Pengorganisasian dan pengonsepan;
4.      Pemeriksaan dan penyuntingan konsep;
5.      Penyajian dan pengetikan (Arifin, 2006).
Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki satu gagasan pokok. Unsur-unsurnya minimal terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun secara sadar untuk mencapai daya informasi yang diinginkan oleh penulis terhadap pembacanya (Fuad, dkk., 2009:58).
Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan (Tarigan, 2009:5)).
Esai adalah tulisan yang terdiri dari beberapa paragraf yang membahas tentang satu topik. Kata “essay” berasal dari Perancis, essay artinya mencoba atau berusaha. Esai adalah sebuah upaya mengomunikasikan informasi, opini atau perasaan dan biasanya menyajikan argumen tentang sebuah topik (http://www.infoplease.com.).
Makalah merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang membahas sebuah gagasan/topik yang telah ditentukan dan wajib menaati sistematika penulisan ilmiah. Menurut Ekosusilo dan Bambang (1991:145) makalah pada dasarnya merupakan tulisan yang berisikan prasaran, pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan yang akan dibacakan dalam rapat kerja, symposium, seminar, dan sejenisnya. Istilah makalah itu sendiri terkadang dikaitkan dengan karya tulis di kalangan siswa/mahasiswa, yakni segala jenis tugas tertulis yang berhubungan dengan bidang studi, hasil pembahasan buku atau tulisan tentang suatu persoalan.
Resensi merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang lebih bersifat subjektif. Dalam meresensi sebuah buku haruslah seobjektif mungkin, terlepas dari unsure subjektif si penulisnya. Oleh sebab itu, kelebihan dan kelemahan isi buku hendaknya disampaikan secara fakta, tidak boleh dilebih-lebihkan.
Menurut Jauhuri (2008), proposal merupakan suatu bentuk pengajuan penawaran, baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, izin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya. Proposal merupakan entry point (pintu masuk) untuk meraih kesuksesan di masa depan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa proposal merupakan kunci pembuka kesuksesan, tinggal bagaimana menjalankan apa yang telah direncanakan dalam proposal tersebut.
Menurut Kerap (2006: 284) laporan penelitian merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil. Dapat dikatakan juga bahwa laporan penelitian merupakan hal untuk menuangkan hasil kerja ketika penelitian serta keadaan dan kondisi yang terjadi ketika penelitian itu berlangsung dalam bentuk dokumen (http://supermahasiswa.multiply.com.).
Skripsi merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana. Menurut Winarno (1981), skripsi adalah karya tulis di tingkat sarjana muda (biasanya dijadikan sebagai syarat untuk ujian sarjana muda), yang umumnya didasarkan atsas penyelidikan bahan-bahan bacaan atau observasi lapangan.


Senin, 28 Maret 2016

PERENCANAAN UNTUK MEMBUAT JURNAL


PERENCANAAN UNTUK MEMBUAT JURNAL

            Pada Teori dan Pembelajaran Menulis kali ini, terkait dengan tugas dalam persiapan yang masih direncanakan untuk membuat sebuah jurnal. Pertama yang harus dilakukan adalah membuat skenario jurnal yang akan ditulis. Skenario penulisan jurnal yang hendak dibuat nanti setidaknya memuat beberapa unsur yang diantaranya adalah menentukan topik kemudian tema jurnal yang hendak kita tulis, menentukan tujuan hasil seperti apa yang hendak dicapai, mempersiapkan mengumpulkan data-data penelitian, pengorganisasian dan pengonsepan, kemudian melakukan pemeriksaan dan penyuntingan konsep lalu melakukan penyajian dan pengetikan, menguraikan parameter-paramater yang mempengaruhi hasil penelitian dan menarik kesimpulan awal dari tema yang akan kita bahas.
Setelah itu yang paling penting adalah membiasakan diri untuk mereview jurnal-jurnal yang terkait dengan judul jurnal yang hendak kita tulis. Dengan semakin sering kita membaca atau mereview banyak jurnal yang ada maka tidak menutup kemungkinan akan memudahkan kita dalam proses penulisn jurnal nantinya. Lewat jurnal-jurnal yang kita baca dan kita review tadi kita bisa belajar dan memahami bagaimana orang lain menulis jurnal, seperti apa gaya penulisanya dan yang paling penting adalah kita bisa memahami keindahan seperti apa yang ditampilkan dalam jurnal-jurnal tersebut sehingga bisa menjadi rujukan kita dalam menulis jurnal, sehingga jurnal yang dihasilkan muatan isinya bisa tersusun secara sistematis dan indah di pandang mata.
Sebelum itu banyak hal-hal yang harus kita perhatikan terlebih dahulu sebelum membuat sebuah jurnal ilmiah yang baik dan benar. Yaitu Sebelum melakukan kegiatan menulis, maka kita harus mengetahui dahulu tentang definisi menulis. Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai (Tarigan, 1986:15).
Menurut Djago Tarigan menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan (Sumarno, 2009:5). Sumarno (2009:5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Menulis dapat dianggap sebagai suatu proses maupun suatu hasil. Menulis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut Heaton dalam St. Y. Slamet (2008:141) menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan berupa penuangan ide/gagasan dengan kemampuan yang kompleks melalui aktivitas yang aktif produktif dalam bentuk simbol huruf dan angka secara sistematis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. ada pula Kemampuan Menulis menurut St. Y. Slamet (2008:72) mengemukakan kemampuan menulis yaitu kemampuan berbahasa yang bersifat produktif; artinya, kemampuan menulis ini merupakan kemampuan yang menghasilkan; dalam hal ini menghasilkan tulisan. Menurut Solehan, dkk (2008: 9.4) kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis.
Solehan menjelaskan bahwa kemampuan menulis seseorang bukan dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh melalui tindak pembelajaran. Berhubungan dengan cara pemerolehan kemampuan menulis, seseorang yang telah mendapatkan pembelajaran menulis belum tentu memiliki kompetensi menulis dengan andal tanpa banyak latihan menulis. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis adalah kemampuan yang bersifat aktif dan produktif di dalam menghasilkan tulisan yang diperoleh melalui proses pembelajaran dan latihan secara terus-menerus.
Tujuan menulis Menurut M. Atar Semi (2007: 14) tujuan menulis antara lain: a) untuk menceritakan sesuatu, b) untuk memberikan petunjuk atau pengarahan, c) untuk menjelaskan sesuatu, d) untuk meyakinkan, dan e) untuk merangkum. Menulis adalah suatu proses kreatif yang dilakukan melalui tahapan yang harus dikerjakan dengan mengerahkan keterampilan, seni, dan kiat sehingga semuanya berjalan dengan efektif. Kegiatan menulis diibaratkan sebagai seorang arsitektur yang akan membangun sebuah gedung. Sebuah sistem kerja yang kreatif memerlukan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Kegiatan menulis juga memerlukan tahapan-tahapan tertentu di dalam prosesnya. Tahap-tahapan menulis menurut M. Atar Semi (2007: 46) terbagi menjadi tiga, yaitu a) tahap pratulis, b) tahap penulisan, dan c) tahap penyuntingan.
Menulis memiliki peran yang sangat penting bagi manusia yang selalu dituntut untuk bersosialisasi dengan orang lain, banyak manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas menulis. Komaidi (2007:12) menyebutkan beberapa manfaat dari aktivitas menulis sebagai berikut.
1.      Kalau kita ingin menulis pasti menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat realitas di sekitar. Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh orang yang bukan penulis.
2.      Dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, Koran, jurnal dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-referensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan kita tentang apa yang akan kita tulis.
3.      Dengan aktivitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen kita secara runtut, sistematis dan logis.
4.      Dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stres kita. Segala uneg-uneg, rasa senang, atau sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan di mana dalam tulisan orang bisa bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui oleh orang lain.
5.      Dengan menulis di mana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain, selain itu juga memperoleh honorarium (penghargaan) yang membantu kita secara ekonomi.
6.      Dengan menulis dimana tulisan kita dibaca oleh banyak orang (mungkin puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan) membuat sang penulis semakin popular dan dikenal oleh publik pembaca.
Pendapat di atas menunjukkan bahwa manfaat menulis adalah menimbulkan rasa ingin tahu, mencari referensi, aktivitas menulis, mengurangi tingkat ketegangan dan stres, dan bermanfaat bagi orang lain. Menurut Syamsudin (2005:3), manfaat menulis dapat membuat kegiatan yang produktif dan ekspresif sehingga tata tulis, struktur bahasa, dan kosakata dapat bermanfaat bagi penulis. Manfaat menulis dapat mamberikan pendapat, ide, dan pikiran melalui hasil tulisan.
Syarat-syarat Menulis Keterampilan dasar dalam menulis, diperlukan pemahaman tentang hakikat kegiatan menulis yang harus dipunyai dan harus dilalui sebelum dan selama menulis. Tulisan yang baik adalah tulisan yang berisi gagasan atau topik yang mampu menambah pemahaman dan pengetahuan pembaca. Menurut Semi, (2007:42), syarat untuk menghasilkan tulisan yang baik dalam menulis sebaiknya menguasai tiga keterampilan dasar, yaitu:
1) Keterampilan Berbahasa
2) Keterampilan Penyajian
3) Keterampilan Perwajahan
Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kegiatan menulis sebaiknya menguasai keterampilan dasar yaitu keterampilan berbahasa, keterampilan penyajian, dan keterampilan perwajahan.
Apabila semua aspek-aspek dalam menulis sudah dapat dikuasai dan dipahami dengan baik, maka untuk melakukan kegiatan menulis menjadi terasa mudah. Begitu pula untuk membuat jurnal. Dengan pengalaman dan teori-teori yang dimiliki memudahkan kita menemukan ide untuk menentukan sebuah judul. Karena setiap jurnal ilmiah harus mempunyai sebuah judul yang jelas, menyangkut inti dari semua pembahasan, karena dari sebuah judul akan menentukan isi dari apa yang ditulis. Jurnal yang judulnya ditulis dengan jelas maka akan memudahkan pembaca untuk mengetahui inti dari apa yang dijelaskan dalam jurnal.
Planning (perencanaan), adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Perencanaan menurut Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usaman (2008:60) adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya sebuah perencanaan sangatlah penting agar tujuan dapat tercapai sesuai yang diinginkan. Dari beberapa contoh jurnal yang telah saya temukan, saya memilih salah satu jurnal yang berjudul Kohesi Dalam Wacana Opini Media Tadulako Oleh Hasna A. Rahmatu di FKIP Universitas Tadulako.
Mengapa saya memilih jurnal ini untuk menjadi acuan dalam kepenulisan? Karena saya ingin meneliti bagaimana Kohesi dalam wacana opini media masyarakat Banjar. Mencari perbedaan gaya bahasa dalam berkomunikasi masyarakat Banjar, dan mengetahui segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa yang akan datang, jika penelitian ini tidak saya lakukan. Dari yang saya ketahui, beragam gaya komunikasi masyarakat Banjar, baik dari segi dialek bahasanya maupun intonasi serta cara mereka berkomunikasi.
            Setelah menentukan sebuah rancangan atau rencana, maka akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Drafting (penggambaran). Dengan adanya rencana berarti kita sudah menentukan sebuah tujuan yang hendak kita capai. Untuk memperoleh hasil dari tujuan yang sudah dirancang, maka kita harus menguraikan konsep-konsep dalam pikiran yang sudah kita kumpulkan. Dan menggunakan bahan-bahan yang berkaitan dengan isi jurnal, seperti mencari sumber dari buku-buku yang bersangkutan, Analisi Wacana, Linguistik Umum, dan buku Wacana, serta mengumpulkan data-data untuk penilitian
            Revising (meninjau ulang), setelah melakukan semua tahapan itu. Maka menarik kesimpulan awal dari judul yang akan kita bahas. Kita akan melihat kembali, apakah perlu dilakukan perbaikan atau tidak pada konsep yang sudah dibuat dan direncanakan. Perbaikan ini menandakan bahwa apa yang kita peroleh maupun yang kita hasilkan tidaklah sempurna. Tetapi dengan memperbaiki maka akan mendekati kesempurnaan tersebut. Sebab sempurna hanya milik Tuhan yang Maha Perkasa. Perbaikan dapat dilakukan untuk memperbaiki konsep, ide yang sudah dibuat sebelumnya jika tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.
            Working With Process, kegiatan menulis pastilah memerlukan sebuah proses. Dan proses hanya soal waktu. Dalam penulisan jurnal ini, tentu saya memerlukan waktu yang cukup panjang, namun tidak akan lama. Itu jika saya benar-benar berusaha untuk cepat menyelesaikannya. Tetapi hasilnya tidak akan baik jika dilakukan dengan tergesa-gesa. Namun saya akan berusaha agar penulisan jurnal ini tidak memakan waktu lama.


 

Blog Template by YummyLolly.com